ADALAH KETENTUAN BUKAN MEMILIH





aku ada karena ketentuan yang telah tertulis pada kitab mulia Lauh Mahfuzh.

menjadi pemenang dari jutaan sel yang bersaing untuk hidup.
dan terjadilah beberapa fase yang kemudian tercipta dan lahir diriku.

aku tak pernah bisa memilih pada rahim siapa hendak inginku dikeluarkan.
andai diperbolehkan..
ku inginkan Tuhan menempatkanku pada rahim keluarga Hartawan, dermawan,terpandang, dan tekun dalam keagamaan.

tapi pada kenyataan..
itu hanya angan yang tak terkabulkan..
karena kini aku terlahir di tengah keluarga yang berbalik dari angankanku.
mereka bukanlah hartawan, orang terpandang atau hal-hal indah lainya yang sering diam ku hayalkan.
aku terlahir pada keluarga kecil yang tak berada, keluarga yang tak terlalu mengenal bagaimana jalan yang sesungguhnya diminta Tuhanya.
yang mereka tahu sholat adalah kewajiban. puasa adalah kewajiban, zakat adalah kewajiban.
mungkin tak lebih dari sekedar itu..

penyesalan..
kecewa..??
ku pertegas tidak .!!
aku tak pernah menyesal dengan cerita hidup yang telah ditentukan Tuhan.
karena memang aku telah meyakini..
sesuatu yang telah Tuhan tetapkan,
padanya tiada keburukan..

kini..
lambat lalu aku mulai mengerti..
seiring berjalanya waktu aku mulai menyadari..
kenapa aku terlahir dari keluarga ini.
Kenapa Tuhan menakdirkan dirahim ini aku diciptakan dan dikeluarkan.

kini aku tau..
Tuhan hendak mengajarkanku sesuatu.
sesuatu yang besar tentang pelajaran hidup yang akan kujalani.

bahwa hidup adalah tentang menerima dengan ikhlas.
bahwa hidup adalah berjuang dengan keras.

kini aku mulai menyadari..
bahwa Tuhan memang sedang memberi pelajaran padaku tentang sesuatu yang begitu berarti.
tentang arti sebuah cinta keluarga dalam keterbatasan, tentang arti kesederhanaan yang menjadi teman dalam  kehidupan.
tentang juang nilai juang seorang ibu tentang tanggung jawab seorang ayah.

ya kini aku benar benar tahu..
bahwa ternyata dalam hidup yang kujalani, aku sedang dibimbing untuk belajar.
belajar memahami keadaan tersulit untuk tak pernah menyerah.
bahwa dalam keadaan terjepit tetaplah teguh menemukan celah.
bahwa dalam keadaan sakit kau tak perlu tampak sakit.

"selagi kau mampu berdiri kau bukan sakit anakku kau hanya lelah.
kau lelaki ibu,kelak akan menaungi anak istrimu,jangan suka manjakan diri. Nanti istri dan anakmu ragu tentang ketegaran dan perlindungan yang kau miliki untuknya.
singkap selimutmu dan mulailah berjalan pada hujan dengan bapakmu"

 ibuu...
mana bisa aku lupa dengan kata-katamu ini..
kata-kata yang kau ucap pada saat tiada petir tapi serasa menyambar keras telingaku.

ibuu..
mana mungkin aku menyesal terlahir dari rahimu yang sejatinya kau miskin harta dan ilmu.
aku tak pernah menyesaaal ibuuu..
aku tak pernah menyesaal.
 karena dengan keadaanmu ini..
justru kau mengajariku tentang bagaiman mendapat dunia, dan bagaiman pentingnya kedudukan agama.

dengan kau membawaku pada keadaan pilu..
kau menjadaikanku tumbuh bagai batu karang yang tinggi menjulang.
kau membuatku tumbuh ampuh penuh keyakinan.

kini aku telah beranjak dewasa ibu..
aku benar benar bisa memahami bagaimana pendidikan yang kau ajarkan padaku, yang aku rasa dulu kau begitu minim ilmu, ternyata aku salah menyimpulkan itu.

aku mampu tetap  tegak berjalan dengan berjuta hambatan bukan karena kau dulu mengajariku IPA TERPADU.
tetapi karena ketika aku sakit terbaring kau malah mengobari semangatku untk keluar pada lebatnya hujan membantu suamimu menyusuri jalan kelu.
 
aku mampu berbicara lantang dengan banyak pemahaman bukan karena kau selalu membelikanku buku, seperti yang didapat temanku dari orangtuanya dulu.
tetapi karena kau selalu mengatakan padaku tentang arti kesabaran dalam ketidak nyamanan.

aku dipercaya kawanku bahwa aku bisa, bukan karena dulu kamu mengajariku satu tambah satu.
tetapi karena kau mengatakan padaku "modal orang yang tak punya modal hanya berani, berani bertanya tentang keterbatasan pemahaman, berani bertanya karena ketidak tahuan"

aku mampu bertahan pada benturan benturan yang menghujam bukan karena dulu kau membayar guru silat untuk mengajariku tentang pertahanan.
tetapi karena kau sering mengajariku bagaimana bertahan pada perihnya penghinaan.

adalah ketentuan,bukan memilih.
beginilah awal hidup..
dalam keadaan apapun kita akan tetap selalu mendapat sesuatu.
karena kita memahami bahwa Tuhan kita mencipta tiadalah satupun yang sia-sia





ferdi muhammad

Komentar

Postingan Populer